Berkata ala Diri Sendiri, Berawal di Bumi Sendiri—Merah Putih!!—

Berupaya menyisir, menggeledah, membongkar sembari mencari, menyelidiki, ataupun nyantri pada Kiai Kehidupan untuk memilah dan berusaha menemukan apa yang pantas diperjuangkan dalam hidup...
Tampilkan postingan dengan label mOtiVAsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mOtiVAsi. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Maret 2011

Sejengkal Siluet setelah Senja bersama Dua Bandit Kartini


“Aku pengen ada yang menulis tentang kita.”
“Iyaaa… Kamu dong.”

“zzzzz… wong liyo wae. Nek kita mah enek subjektif2 e.”

“Pengen ada yang diam-diam mengamati kita, hehee.. menuliskan atau memfilmkan xD”

***

Obrolan itu mungkin telah terjadi lebih dari tiga kali, dengan oknum-oknum yang sama, tapi subjek yang berbeda. Mungkin ini juga efek dari generasi who got in the movie. Untuk itu, izinkan aku sedikit mengabadikan satu fragmen ya, daripada cuma sekedar jadi angan—yang kalau dibiarkan begitu saja akan cepat menguap dan lenyap. Urusan subjektif atau tidaknya, belakangan lahh. Oke? xD

Hari Minggu di bulan Maret, menjelang senja, sekitar pukul 17.00 WIB.
Aku bersama dua bandit yang usianya mau beranjak jadi 20 tahun itu gowes dari kos ke swalayan dekat warung pempek. Sebenarnya, perjalanan ini bukan tanpa alasan atau Cuma rea reo saja. Saya yang pengen banget keluar karena persediaan kebutuhan-kebutuhan vital sudah wafat tak tersisa. Sementara itu, teman hidupku—Bandit Pertama—yang terkenal kecil sekecil bisul itu sih cuma ikut-ikutan, entah sebenarnya tujuannya mau apa, haha xD.

Sedangkan, teman hidupku yang lain—Bandit Kedua—yang tergolong paling gede diantara kami itu kupikir masih punya tujuan yang sama denganku, belanja kebutuhan pokok! Disamping juga pengen pempek dan es krim :D

Dengan menunggangi kendaraan pusaka kami yang tiada duanya dan merupakan satu-satunya harta benda (lumayan) bergharga milik kami di Jogja, kami meluncur menyusuri jalan sambil sesekali memainkan laju kerja sepeda onthel kami. Khusus Bandit Pertama, posisinya paling sering di depan, secara pit-nya masih GRESS.. wkwk.. Lalu, disusul Bandit Kedua. Dan di posisi terakhir, saya dengan sepeda paling tua :D Wusss… Gowes. Gowess..

Dipercepat saja ya ceritanya…. xD

Sekitar pukul 19.30 WIB kami selesai belanja, ibadah, makan pempek, dan beli es krim. Semua rencana sudah terkover, tinggal satu yang belum, KAMI BELUM MAKAN ES KRIM! Lantas, saya nawarkan ide untuk makan es krim di bunderan UGM sembari menikmati malam dan menonton mas-mas yang unjuk gigi pakai sepeda fixie. Apik to sepedane, pengen njajal..! Bandit kedua dan saya :mupeng: sekali, tapi Bandit pertama justru bilang, “Ah, kui ki cuma nggo gaya-gaya’an tho?”

Okelah, kamu mungkin agak benar Cinta, tapi kami cuma pengen njajal, njuk lampune ki apik e, lap..lap.. trus cara ngerem’e piye toh. ---Okeh? :D

Lanjut.

Kami memilih tempat di bunderan sisi barat. Hmm.. lumayan banyak yang lagi berdua-duaan. Ada juga yang berkelompok, ntah ngapain. Lantas, ada satu mbak-mbak yang lagi sendirian menghadap ke tulisan UNIVERSITAS GADJAH MADA yang gede-gede itu. Busananya hot pants, kaus hitam, sandal. Berkali-kali melihat jam tangan dengan muka pias, layu. Mbaknya cantik sih, tapi terlihat sedang menunggu. Sepertinya, sudah menunggu lama, tapi yang ditunggu belum juga tampak. Pemandangannya semacam adegan di sinetron-sinetron Indonesia begitu lahh...

Bandit Kedua : “yooh.. mbak e mesakne. Wajahe i lho..”
Bandit Pertama : “kui kii.. pacare lagi karo pacar sing liyanee…”
Aku : “ndi tho?” **celingak-celinguk** “Eh hooh, haduh mesakne. Dewean diantara banyak pasangan.”
Bandit pertama : “Jane sing mesakne ki mbak’e opo kita yoh??” (backsound: toeeeiiingggg…)
Bandit kedua & Aku : (tertawa ngakak campur getir,wkwk)


Ini intinya. Hadehh.. Mesakne mbak’e lah.. Aku emoh dimelas-melasne, wkwk…

Pernyataan barusan benar2 dari hati lho. Yahh..secara, saya bersyukur punya teman sebanyak ini. Bahkan, tergolong jarang merasa kesepian saat malam sabtu atau malam minggu, kalau galau-nya jelas masih jalan laa.. :D Paling-paling jurusnya menghabiskan waktu dengan dua bandit yang telah tersebut di atas, dan kawan-kawannya.

Sedikit banyak terbesit syukur dan manfaat atas kesedirian yang membawa kita pada ‘koloni’ ini. Kalaupun saya punya pacar di Jogja, bukan berarti akan lebih baik dari ini semua. Bisa-bisa malah tercebur ke lembah UGM, Astaghfirullah xD

Bersepeda sekedar menyegarkan pikiran, makan pempek dan es krim sama-sama, diskusi ilmiah sampai diskusi saru, saling olok, atau sekedar guyon a la OVJ di kamar kos, ini semua terasa lebih bernilai daripada harus memaksakan mengikuti ‘zaman’.

Jadi ingat, kakak kosku yang lumayan akrab juga, alias kakaknya si Bandit pertama pernah guyon-guyon ke aku: “Makane Riinn.. duwe pacar. Ben ono sing ngeterne kesana-kemari nek meh lungo adoh2. Ono ojek’e.”

Hahahaha… Hiyaa, saya masih percaya ada yang sudah menunggu saya di sana kok, dan saya juga tengah menunggunya. Yang jelas, ia bukan sekadar tukang OJEK! :)

Kami percaya bahwa kami semua punya pangeran sendiri-sendiri, Saudara.. Entah kapan kami dipertemukan. Kupikir semua wanita begitu. Dan kami memilih : Tidak harus yang seperti di bunderan itu. Tidak harus juga kami dijemput kesana-kemari.

Aku pun percaya, bandit pertama dan bandit kedua adalah perempuan-perempuan yang tangguh, super romantis, dan taat beribadah. Wkwk.. Mereka tahu benar bagaimana memperlakukan siapapun dan apapun yang dicintainya. Dan aku berharap, kalian menularkan itu padaku Kawan! :D

***

Sudah. Sejengkal saja ya.. Yang sedepa ataupun lebih, nanti dulu, ditabung dulu. Belum waktunya meledak! Haha.

Sekali lagi, tulisan ini cuma catatan kecil sebagai wujud khawatirku kalau-kalau memori ini menguap geliatnya untuk ditulis. Kalaupun tulisan ini norak, cupu, subjektif, ambigu, rasis, tak tepat waktu, atau apa lah.. itu bisa diperbaiki nanti. Yang terpenting, aku cuma menuliskan rasa syukur. (Ah, aku yakin, bandit-bandit itu seneng karena sudah eksis! Haha :P)

Penasaran oknumnya?

Ini oknum I (Bandit Pertama tampak samping) :

Ini Oknum II (Bandit Kedua tampak samping) :

Ada waktu untuk kita bertemu.
Ada waktu untuk kita sekedar dipisahkan sementara.
Tak perlu bicara cinta dan kasih sayang kita seluas lapangan basket luar angkasa,
Toh Tuan Hati dan Profesor Pikiran lebih paham dari Ibu Lidah yang sering bergoyang.

Peluk dan cium dari hati untuk Kalian dan Kau yang nun jauh di sana.


Done at 23:39 WIB 20’03’11


Minggu, 04 Januari 2009

Kembang Tilem....., Apa Gusti Allah akan Marah??

...


Gambar ini kutemukan saat aku surfing di dunia maya...

Kata sebagian orang yang pernah kutemui, aku harus menuliskan apa yang menjadi mimpiku. Karena dengan bermimpi, aku jadi punya arah dan tujuan. Dengan menuliskannya, aku tak akan lupa selama itu masih ada dalam pandangan. Dengan menuliskannya, aku akan semakin malu jika aku tak bekerja keras untuk mewujudkannya. Kata salah satu orang, “Mimpi itu indah, akan jadi lebih indah jika kita bisa mewujudkannya.”. Kalau menurutku, benar juga selama mimpi itu memang benar-benar indah.
Setelah sekian lama, terombang-ambing, kesana-kemari dalam ritual kehidupan yang menyita waktu dan tak pasti. Hidup dalam angan-angan dan tertidur dalam awangan. Akhirnya aku berani bermimpi. Sungguh hal yang tak mudah bagiku menanamkan paradigma bahwa hidup harus punya mimpi. Selama ini, orang tuaku selalu mengatakan, ”Mengalir saja lah... nduk”, ”Mengalir saja lah...nak”. Aku tahu persis maksud orang tuaku menanamkan paham seperti itu padaku. Sejatinya, memang hidup itu hanya milik Gusti Allah. ”Manusia cuma bisa ikhtiyar sekuat tenaga, tawakkal juga ndak boleh dilupakan...., hadapi saja apa yang ada didepanmu..., sekolah dimanapun toh sama saja nduk..., semua itu tergantung manusianya...”. Begitulah kiranya maksud kedua orang tuaku.
Namun, entah apa yang membuat otakku tiba-tiba berubah haluan dan memberanikan diri untuk bermimpi. Mungkin karena kata hatiku mengatakan bahwa, ”...apa salahnya bermimpi, semoga Gusti Allah lan Kanjeng Nabi juga tak akan marah bila aku mencoba bermimpi...”. Dengan catatan, tidak boleh terlalu mendewakan mimpi tersebut. Tidak boleh terlalu kenceng, toh hidup, mati dan nasib itu cuma Pengeran yang punya. Akhirnya, aku berani bermimpi dan tak meninggalkan rasa hormatku kaliyan wong tuwa sing loro.

Jumat, 19 Desember 2008

dReaM eN moTivaTiOn....

Mimpi. Mungkin inilah yang menjadi daya tarik paling kuat dari perjalananku masa kini. Rasanya aku datang dari mimpi dan mimpiku adalah motivasi.
Saat pertama kali aku mendengar kata-kata beasiswa study di luar negeri, rasa-rasanya mustahil dan tak mungkin aku bisa menembusnya. Terlalu jauh! pikirku kala itu. Bahkan, untuk bermimpi saja aku tak berani. Aku sempat mengubur bayangan itu untuk sementara waktu. Namun, aku menemukan sesuatu yang bisa mengubah cara pandangku 180 derajat!. Itu hanyalah sebaris kalimat hasil interpretasi seorang penulis yang isinya kurang lebih seperti ini,
Hidup dan nasib bisa tampak berantakan, misterius, fantastis dan sporadis, namun setiap elemennya adalah subsistem keteraturan dari sebuah desain holistik yang sempurna. Menerima kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa tak ada sekecil apa pun terjadi karena kebetulan. Ini fakta penciptaan yang tak pernah terbantahkan.
Kiranya, itulah yang mengembalikan jiwa pemberontakku untuk keluar dari imajinasi-imajinasi terbatas dan kembali teguh dan optimis dalam mendaki puncak tantangan. Aku tak ingin seperti kura-kura yang mengerut dalam tamengnya. Jadi, aku harus menjemput kesuksesanku sendiri. Karena aku tahu, Tuhan tak akan menjadikanku baik kalau aku tak berusaha lebih baik. Untuk apa aku takut bermimpi sekolah ke luar negeri, untuk apa aku takut bermimpi dapat beasiswa, kalau mimpi itu bisa membawaku ke dalam kondisi kritis dan bisa memberikanku motivasi untuk berlaku maju dan jadi lebih baik. Inilah yang membuat hasratku tiba-tiba bergejolak dan melesat-lesat begitu cepatnya.
Semoga Tuhan mengabulkan mimpi dan doa-doaku....***

hEy U...!I'm comin'.....

Kamis, 04 September 2008








tanda tangan Bang Ikal




mahar-lintang-ikal


sumber : abiku2008.multiply.com
ceritaria.multiply.com







10 ANGGOTA LASKAR PELANGI

Minggu, 13 Juli 2008

a mOtiVaToR

  1. Bukan hal-hal besar yang menjadikan orang besar, tetapi hal-hal yang lebih kecil yang dikerjakan dengan kekuatan impian-impian besar dan pengabdian yang setia
  2. Sulit bagi anda untuk menemukan orang yang dalam rencana keberhasilannya ada ada rencana keberhasilan anda. Maka anda harus merencanaan keberhasilan anda sendiri.
  3. Yakinilah, bila ada kemungkinan bagi anda untuk gagal, berarti ada kemungkinan bagi anda untuk berhasil. Fokuslah untuk memaksimalkan kemungkinan keberhasilan anda.
  4. Bila anda ingin mengetahui masa lalu anda, kenalilah keadaan anda sekarang. Bila anda ingin mengetahui masa depan anda, perhatikanlah yang sedang anda kerjakan sekarang
  5. Anda hanya sepenting yang anda kerjakan. Bila anda meningkatkan nilai dari pekerjaan anda bagi orang lain, anda akan menjadi semakin penting bagi mereka
  6. Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan
  7. Kasih sayang adalah pembangun kasih sayang. Jangan pernah menuntut perhatian dan kasih sayang dari pasangan anda, bila anda tidak memulai yang anda tuntut.
  8. Anda bisa memberi tanpa mengasihi. Tetapi anda tida mungkin mengasihi tanpa memberi
  9. Mengerjakan lebih banyak daripada yang anda terima sebagai bayaran, akan membuat anda dibayar lebih banyakuntuk yang anda kerjakan
  10. Ada orang yang dari senin ke jumat memikirkan Sabtu dan Minggu dan mengkhawatirkn senin selama hari Minggu. Sebetulnya, orang seperti ini hidup pada hari apa?
  11. Perubahan tidak menjamin tercapainya perbaikan, tetapi tidak ada perbaikan yang bisa dicapai tanpa perubahan. Maka bersikap ramahlah kepada perubahan.
  12. Kepedihan di masa lalu itu terjadi satu kali. Jangan mengulanginya dalam pikiran dan perasaan, karena kepedihan itu akan mengganda dan melemahkan anda
  13. Kita harus pandai bersyukur dan ikhlas menerima pemberian, dan tidak mengeluh setelah menerima. Tetapi pastikanlah anda berdiri di mana pemberian itu besar.
  14. Orang berkualitas yang dibayar rendah, bagai emas yang diperlakukan seperti kuningan, karena penampilannya buruk. Maka hati-hatilah dengan penampilan anda
  15. Anda tidak akan bisa menghindari keharusan untuk meniru. Maka menirulah, tetapi pastikan bahwa anda sulit ditiru. Dengannya, anda menjadi original.
  16. Semakin banyak yang anda inginkan, akan semakin banyak yang hanya tinggal jadi keinginan. Fokus pada satu keinginan memungkinkan pencapaian banyak keinginan
diposting dari "Motivasi dari Pak Mario Teguh"

Kamis, 26 Juni 2008

tO mY cLose-FriEnDs

aku tidak pernah menyesal karena berteman
aku semakin menyadari bahwa aku harus semakin tahu diri
dan tidak lagi berharap apa yang sebenarnya tidak diperuntukkan bagiku

teman...
jangan pernah mengira aku akan marah dan menjahuimu
aku senang karena kau tak hanya diam dan menunggu keberhasilan
tapi, kau mampu menjemput keberhasilan itu karena dirimu sendiri
bukan karena orang lain atau siapapun juga...

good luck 4 u at July,5th 2008...
i still love u 'n may Allah blessings us...
thx a lot... i hope u never regret to get friendship with me..

My_Words_Today....

JIKA APA YANG KAU IMPIKAN TAK ADA DALAM GENGGAMAN, JANGANLAH MENYERAH PADA ALAM, LAKUKAN APA YANG BISA KAU LAKUKAN, DENGAN HARAPAN KAU KAN BISA MENDAPATKAN YANG "LEBIH BAIK" DARI APA YANG KAU IMPIKAN ...
(e-liz,myfriend)