Berkata ala Diri Sendiri, Berawal di Bumi Sendiri—Merah Putih!!—

Berupaya menyisir, menggeledah, membongkar sembari mencari, menyelidiki, ataupun nyantri pada Kiai Kehidupan untuk memilah dan berusaha menemukan apa yang pantas diperjuangkan dalam hidup...
Tampilkan postingan dengan label article1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label article1. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Januari 2011

Tentang Obrolan di Dapur sampai Wakil Rakyat (tulisan ngalor-ngidul)


Tulisan ini ada demi menuruti hasrat untuk kembali membuat blogpost lagi. Itu saja. :D

Entah kenapa saya dilahirkan dari seorang ayah aktivis merangkap jurnalis merangkap politisi dengan seorang ibu ‘pengajar’ yg aktivis juga, aktivis keluarga maksudnya. Hal ini membuat saya terbiasa di-demokratis-kan sejak orok dan dibiasakan belajar sejak dilahirkan. Nilai-nilai ini membuat saya terbatasi, terbebani, sekaligus terluaskan. *bingung*

Ah, saya tidak akan banyak membahas tentang curat-murat pribadi. Pembicaraan dimulai dari sekelumit ceritera di dapur rumah.

Ketika itu, ayah, ibu, dan saya sedang sarapan di dapur. Mereka duduk berhadapan dan saya sengaja miring di belakang ibu saya.
Tiba-tiba ayah saya nyeletuk, “saiki wong-wong podo wani lungo-lungo gak usah rapat”.
Ibu saya kontan tertawa terbahak, bernada mengejek.
Lantas, saya ikut nimbrung, “pelesiran?” tanya saya.
Ibu saya mengangguk.
Benar dugaan saya.

Ayah saya pernah mendapat tongkat untuk duduk di kursi DPRD Kabupaten periode 2004-2009 lalu, dan periode selanjutnya harus istirahat karena tidak terpilih. Kalah sama moneypolitics, katanya. Hm. Ibu saya bersyukur karena merasa tidak merugi oleh arus politik uang. Saya yang waktu itu masih belia sekali sudah banyak digerojok curhatan ibu tentang ketakutannya kalau-kalau ayah saya terseret kasus korupsi. Alhasil, saya fine saja dengan tidak terpilihnya beliau. Toh, juga sama saja selama semuanya ikhlas, hehe.
Lanjut ke obrolan tadi.
Pelesiran yang dimaksud dalam percakapan di atas adalah pelesiran oleh anggota-anggota DPRD Kabupaten periode sekarang. Ayah saya curhat masalah itu karena ia empat hari lagi akan bekerja lagi di sana. Jadi staf ahli katanya. Para anggota DPRD Kabupaten saya sekarang itu, menurut sumber, senang sekali mengadakan pelesiran, bahkan sampai melangkahi Bamus. Kasarannya, mau pergi, tinggal pergi, ga pake rapat-rapatan, apalagi musyawarah. Katanya, saat periode ayahku, mereka merasa terbatasi karena sang ketua adalah orang yang notabene gak mau macem-macem.
Hm.. ngenes sekali.

Ibu saya akhirnya melontarkan pertanyaan untuk mengetes ayah saya, “kalau begitu terus, apa yang dilakukan papa untuk menyikapinya?” tandasnya.
“Ya itu kan bisa dihindari tho,Ma. Pake aja alasan aku ono urusan puenting. Biar mereka tidak sakit hati.” Jawab ayahku enteng.
“Lha mosok ngunu terus??” protes ibu saya.
“Ya he-eh. Itu kan sudah termasuk upaya menghindari. Orang-orang di DPR RI itu yang terjerat kasus korupsi kan yang ikut-ikut make uang. Kalau tidak mengambil uangnya kan ga kena.” Jawab ayah saya gampangan.
Saya diam. Berbicara dalam hati. Ibu saya mengangguk takzim. Sembari berdoa mungkin.

Akh.. tiba-tiba saya lupa tulisan ini mau ke arah mana. =.=

Hm, dalam hati, saya bersyukur dihadapkan pada lingkungan yang sedikit banyak mendekatkan dengan dunia politik pemerintahan. Dengan begini, saya tidak punya dalih untuk memandang sesuatu dari satu perspektif.

Hari ini semakin mendekatkan ayah saya dengan hari dimana beliau bekerja di gedung itu lagi. Bagi ibu saya, mungkin ada ‘ketakutan’ tersendiri dibalik ke-tawakkal-annya. Bagi saya, setidaknya ayah saya sudah ada upaya untuk menghindari hal keji itu sehingga saya tidak punya alasan untuk tidak mempercayainya.

Mungkin, bekerja dalam sistem adalah seperti bekerja dalam pusaran mesin yang sudah kuat, ketika daya sudah tidak lagi bisa membenahi kendali yang mulai meleset beberapa derajat dari tujuan, lebih baik menghindar, karena arus terlalu kuat dan telalu kotor untuk diikuti.

Kiranya, begitulah Indonesia yang sangat luas. Bentang alam terhampar luas, beragam suku, beragam bahasa, dan sebagainya. Namun, jangan lupa, Indonesia juga punya potensi yang sangat luas untuk dikorupsi, sedangkan Negara adalah sistem. Ketika sistem sudah kacau dan ternoda di sana-sini, kiranya apa yang harus dilakukan untuk tetap berjalan di jalan yang wajar seperti kata Pancasila? Apakah memang harus menghindar? Hehe.. Tanyakan sendiri. © Jan2011


Mulai 9:20 WIB Selesai 11:11 WIB --280111--
@ruangtengah

sumber gambar

Senin, 03 Mei 2010

Satu Mei 2010 Bicara

Seandainya burung Garuda di teras Istana Negara Gedung Agung itu bisa bicara, mungkin ia akan berkata, “Kubentang tubuhku di sini sebagai simbol kebijaksanaan dan kepribadian bangsa. Tapi ternyata, yang menduduki pilar-pilar kenegaraan ini justru busuk tersuruk di bawah bantal-bantal kapitalis. Aku seperti tanpa daya. ”
Lalu, seandainya peluh tenaga para demonstran pejuang buruh itu bisa bicara, mereka pun akan berkoar, “Kami tantang angkasa siang ini karena kami telah hadir dalam tubuh dan jiwa para pejuang keadilan untuk buruh. Kami menjadi saksi atas perjuangan mereka.”


Ternyata, satu Mei 2010 bicara. Kawasan jalan Malioboro, siang itu (1/5), menjadi tempat ratusan buruh menyuarakan tuntutannya. Mereka menuntut, antara lain, penghapusan sistem kontrak serta jaminan sosial bagi tenaga kerja.

Pelaksanaan aksi para demonstran menyuarakan tuntutannya berlangsung cukup tertib dan damai. Orasi turun ke jalan diawali oleh Aliansi Masyarakat untuk Keadilan (AMUK) di kawasan nol kilometer Yogyakarta. Aksi tersebut juga dilakukan untuk menyambut para demonstran lainnya. Mereka mengusung tema Bersatu Rebut Kesejahteraan, Lawan Penindasan.

Secara nyata, tak hanya AMUK, sekitar pukul 11.27 WIB, iring-iringan demonstrasi dari Forum Mahasiswa Yogyakarta (FMY) tiba di kawasan nol kilometer. Mereka berorasi di simpang empat Kantor Pos Besar Yogyakarta. Selanjutnya, sekitar pukul 12.09 WIB, para demonstran dari KASBI, SPCI, FORI, AMUK, dan aliansi lainnya turut memenuhi kawasan tersebut. Mereka melangsungkan orasi bersama.

Suasana mulai memanas ketika Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) memenuhi kawasan depan Istana Negara Gedung Agung Yogyakarta. ARM merupakan gabungan dari berbagai aliansi gerakan buruh. Mereka membawa replika babi bergambar SBY-Budiono. Menurut orator ARM, replika babi tersebut merepresentasikan rezim SBY-Budiono. Secara lantang, mereka suarakan 15 tuntutan ARM, diantaranya adalah penolakan terhadap Asean-China Free Trade Agreement (ACFTA) yang dianggap sebagai awal bagi kehancuran industri manufaktur.

Sekitar pukul 13.01 WIB, terdapat aksi pembakaran replika babi tersebut. Kawanan anggota ARM melingkar dan berlari-lari mengelilingi kobaran api pembakaran replika babi tersebut. Saat itu, tidak ada indikasi pemadaman dan penertiban yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

Aksi demonstrasi di kawasan nol kilometer tersebut berakhir sekitar pukul 13.28 WIB. Iring-iringan demonstran bergerak jalan bersama menuju Alun-alun Utara Yogyakarta. Oleh karenanya, lalu lintas yang sekitar setengah jam terhambat itu pun harus segera ditertibkan. Sekawanan polisi berusaha memadamkan bara api bekas aksi demonstrasi tersebut untuk melancarkan arus lalu lintas.

Ketika dikonfirmasi, Kapoltabes Yogyakarta, Ahmad Dofiri, menegaskan bahwa ia telah mengerahkan sekitar 500 aparat yang disebar di beberapa titik, yakni kawasan Stasiun Tugu Yogyakarta, gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DIY, kantor Gubernur DIY di Kepatihan, dan Istana Negara Gedung Agung Yogyakarta. Dofiri juga menyatakan pendapatnya terhadap aksi demonstrasi peringatan hari buruh 2010 ini. “Kami memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk melakukan aksi demonstrasi asal tidak melakukan tindak anarki. Namun, kebersihan jalanan pasca demonstrasi harus juga diperhatikan oleh para pelaku aksi,” tuturnya. [Arin]

Jumat, 30 April 2010

Becak Wajib Punya Surat Izin : Melanggar, Tak Boleh Beroperasi

YOGYA (KR) - Akhir tahun 2010 mendatang, semua becak yang ada di seluruh Kota Yogyakarta wajib memiliki Surat Izin Operasional Kendaraan Tak Bermotor (SIOKTB). Sedangkan kuota pemohon surat izin hanya sebanyak 7.500 unit. Sementara itu bagi pengemudi becak yang tak mengindahkan kewajiban ini bakal dikenai sanksi tak boleh beroperasi di kawasan Yogyakarta.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, Purnomo Rahardjo ketika ditemui KR, Jumat (16/4) menuturkan kebijakan surat izin bagi moda transportasi non-motor ini sesuai dengan Peraturan Walikota Nomor 50 Tahun 2008 tentang kendaraan tidak bermotor.

Dalam perwal ini diatur pengemudi becak wajib memiliki SIOKTB. Dari data Dishub Kota, becak yang ada di Kota Yogyakarta dan memiliki SIOKTB sekitar 5.500 becak. Sementara sisanya diwajibkan untuk mengurus ke Kantor Dishub hingga batas waktu akhir Mei. “Setelah semua becak memiliki SIOKTB, dalam jangka waktu tiga bulan ke depan akan kami lakukan sosialisasi.
Diperkirakan akhir tahun, atau Desember mendatang akan mulai kami terapkan sanksi bagi pengemudi becak yang melanggar aturan. Pengurusan SIOKTB gratis tidak dipungut biaya, hanya mengisi formulir dan fotokopi KTP pemilik,” tegasnya.

Purnomo menjelaskan Dishub juga akan membatasi populasi becak di Kota Yogyakarta. Ditargetkan populasi becak secara keseluruhan tidak lebih dari 7.500 unit.
Secara keseluruhan Dishub menghitung tempat mangkal becak di seluruh Kota Yogyakarta sekitar 40 titik yang tersebar di kawasan Malioboro, Pabringan, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Solo, Jalan C Simanjuntak, Jalan Parangtritis dan daerah perbatasan.
“Latar belakang diberlakukannya SIOKTB ini untuk mengatur keberadaan pengemudi becak. Dalam pengurusan ini juga kami sisipi dengan sosialisasi mengenai peraturan lalu lintas bagi pengemudi becak karena tata tertibnya tidak sama dengan pengendara bermotor. Selain itu dijelaskan pula mengenai etika dan tata krama pengemudi becak. Apabila mereka semua sudah memiliki SIOKTB, penumpang menjadi nyaman karena meminimalisir tindak kejahatan. Kalau ada hal-hal yang tak diinginkan terkait dengan ulah tukang becak, maka penumpang bisa melaporkan ke Dishub,” ujarnya lagi.
Harapannya apabila pengemudi becak sudah memiliki SIOKTB wajib menempelkan plat nomor yang diberikan serta memasang stiker disamping tempat duduk.
(M-1)-f
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Wah.. kalau begitu, sepeda onthel bisa2 diharuskan punya SIM juga donk alias SIOKTB. Walah...Pasalnya,
sepeda kan termasuk juga tak bermotor, trus juga aturanya beda dengan yang lain. Hmm.. Bahkan, kata temenku, sepeda jadi raja jalanan di Jogja.. Haha. Soalnya, saya berkali2 melanggar portal di UGM tapi SKKK malah tak memberi peringatan apapun, dan... sampai saya ngangkat-ngangkat sepeda demi melewati portal juga masih dihalalkan. Hehe... habis saya capek!! bisa patah kaki saya kalau terus2an muter jauh kayak gitu.. :P
Oke laah... yang terpenting, memang keselamatan berkendara.. :D
Tertibkan lalu lintas dan GO GREEN...
Akhirnya, nyambung ke : "Songsong Earthday, 22 April 2010 mendatang..." >.<
Salam reduce, reuse, recycle... :)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
(Heheee....Nyambung gak nyambung, tuliiisss aja daahh...)
Terima kasih, pembaca.

Seratus Kalimat Indah dalam Lirik Lagu Iwan Fals

Salam Oi,

Lagu-lagu yang dinyanyikan Iwan Fals, baik solo album maupun dinyanyikan bersama format grup, banyak memuat lirik yang istimewa, baik ciptaannya sendiri maupun dari orang lain. Beberapa diantaranya adalah rangkaian kata yang indah dan menjadi kalimat penuh makna. Berikut adalah sedikit yang sempat kami kumpulkan. Simak dan resapilah makna yang terkandung didalamnya. Semoga hari-hari kita menjadi lebih berguna.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
1.“Berhentilah jangan salah gunakan, kehebatan ilmu pengetahuan untuk menghancurkan”
(Puing – album Sarjana Muda 1981)

2.“Hei jangan ragu dan jangan malu, tunjukkan pada dunia bahwa sebenarnya kita mampu”.
(Bangunlah Putra-Putri Pertiwi – album Sarjana Muda 1981)

3."Cepatlah besar matahariku, menangis yang keras janganlah ragu, hantamlah sombongnya dunia buah hatiku, doa kami dinadimu”.
(Galang Rambu Anarki – album Opini 1982)

4.“Jalan masih teramat jauh, mustahil berlabuh bila dayung tak terkayuh”.
(Maaf Cintaku - album Sugali 1984)

5.“Jangan kau paksakan untuk tetap terus berlari, bila luka di kaki belum terobati”.
(Berkacalah Jakarta - album Sugali 1984)

6.“Riak gelombang suatu rintangan, ingat itu pasti kan datang, karang tajam sepintas seram, usah gentar bersatu terjang”.
(Cik - album Sore Tugu Pancoran 1985)

7.“Aku tak sanggup berjanji, hanya mampu katakan aku cinta kau saat ini, entah esok hari, entah lusa nanti, entah”.
(Entah - album Ethiopia 1986)

8.“Mengapa bunga harus layu?, setelah kumbang dapatkan madu, mengapa kumbang harus ingkar?, setelah bunga tak lagi mekar”.
(Bunga-Bunga Kumbang-Kumbang - album Ethiopia 1986)

9.“Ternyata banyak hal yang tak selesai hanya dengan amarah”.
(Ya Ya Ya Oh Ya - album Aku Sayang Kamu 1986)

10.“Dalam hari selalu ada kemungkinan, dalam hari pasti ada kesempatan”.
(Selamat Tinggal Malam - album Aku Sayang Kamu 1986)
--------------------------------------------------------

11.“Kota adalah hutan belantara akal kuat dan berakar, menjurai didepan mata siap menjerat leher kita”.
(Kota - album Aku Sayang Kamu 1986)

12.“Jangan kita berpangku tangan, teruskan hasil perjuangan dengan jalan apa saja yang pasti kita temukan”.
(Lancar - album Lancar 1987)

13.“Jangan ragu jangan takut karang menghadang, bicaralah yang lantang jangan hanya diam”.
(Surat Buat Wakil Rakyat - album Wakil Rakyat 1987)

14.“Kau anak harapanku yang lahir di zaman gersang, segala sesuatu ada harga karena uang”.
(Nak - album 1910 1988)

15.“Sampai kapan mimpi mimpi itu kita beli?, sampai nanti sampai habis terjual harga diri”.
(Mimpi Yang Terbeli - album 1910 1988)

16.“Seperti udara kasih yang engkau berikan, tak mampu ku membalas, Ibu”.
(Ibu - album 1910 1988)

17.“Memang usia kita muda namun cinta soal hati, biar mereka bicara telinga kita terkunci”.
(Buku Ini Aku Pinjam - album 1910 1988)

18.“Dendam ada dimana mana di jantungku, di jantungmu, di jantung hari-hari”.
(Ada Lagi Yang Mati - album 1910 1988)

19.“Hangatkan tubuh di cerah pagi pada matahari, keringkan hati yang penuh tangis walau hanya sesaat”.
(Perempuan Malam - album Mata Dewa 1989)

20.“Kucoba berkaca pada jejak yang ada, ternyata aku sudah tertinggal, bahkan jauh tertinggal”.
(Nona - album Mata Dewa 1989)
--------------------------------------------------------

21.“Oh ya! ya nasib, nasibmu jelas bukan nasibku, oh ya! ya takdir, takdirmu jelas bukan takdirku”.
(Oh Ya! - album Swami 1989)

22.“Wahai kawan hei kawan, bangunlah dari tidurmu, masih ada waktu untuk kita berbuat, luka di bumi ini milik bersama, buanglah mimpi-mimpi”.
(Eseks eseks udug udug (Nyanyian Ujung Gang) - album Swami 1989)

23.“Api revolusi, haruskah padam digantikan figur yang tak pasti?”.
(Condet - album Swami 1989)

24.“Kalau cinta sudah di buang, jangan harap keadilan akan datang”.
(Bongkar - album Swami 1989)
25.“Kesedihan hanya tontonan, bagi mereka yang diperkuda jabatan”.
(Bongkar - album Swami 1989)

26.“Orang tua pandanglah kami sebagai manusia, kami bertanya tolong kau jawab dengan cinta”.
(Bongkar - album Swami 1989)

27.“Satu luka perasaan, maki puji dan hinaan, tidak merubah sang jagoan menjadi makhluk picisan”.
(Rajawali - album Kantata Takwa 1990)

28.“Kesadaran adalah matahari, kesabaran adalah bumi, keberanian menjadi cakrawala, dan perjuangan adalah pelaksanaan kata kata”.
(Paman Doblang - album Kantata Takwa 1990)

29.“Mereka yang pernah kalah, belum tentu menyerah”.
(Orang-Orang Kalah - album Kantata Takwa 1990)

30.“Aku rasa hidup tanpa jiwa, orang yang miskin ataupun kaya sama ganasnya terhadap harta”.
(Nocturno - album Kantata Takwa 1990)
--------------------------------------------------------

31.“Orang orang harus dibangunkan, kenyataan harus dikabarkan, aku bernyanyi menjadi saksi”.
(Kesaksian - album Kantata Takwa 1990)

32.“Ingatlah Allah yang menciptakan, Allah tempatku berpegang dan bertawakal, Allah maha tinggi dan maha esa, Allah maha lembut”.
(Kantata Takwa - album Kantata Takwa 1990)

33.“Kebimbangan lahirkan gelisah, jiwa gelisah bagai halilintar”.
(Gelisah - album Kantata Takwa 1990)

34.“Bagaimanapun aku harus kembali, walau berat aku rasa kau mengerti”.
(Air Mata - album Kantata Takwa 1990)

35.“Alam semesta menerima perlakuan sia sia, diracun jalan napasnya diperkosa kesuburannya”.
(Untuk Bram - album Cikal 1991)

36.“Duhai langit, duhai bumi, duhai alam raya, kuserahkan ragaku padamu, duhai ada, duhai tiada, duhai cinta, ku percaya”.
(Pulang Kerja - album Cikal 1991)

37.“Dimana kehidupan disitulah jawaban”.
(Alam Malam - album Cikal 1991)

38.“Ada dan tak ada nyatanya ada”.
(Ada - album Cikal 1991)

39.“Aku sering ditikam cinta, pernah dilemparkan badai, tapi aku tetap berdiri”.
(Nyanyian Jiwa - album Swami Il 1991)

40.“Aku mau jujur jujur saja, bicara apa adanya, aku tak mau mengingkari hati nurani”.
(Hio - album Swami Il 1991)
--------------------------------------------------------

41.“Bibirku bergerak tetap nyanyikan cinta walau aku tahu tak terdengar, jariku menari tetap tak akan berhenti sampai wajah tak murung lagi”.
(Di Mata Air Tidak Ada Air Mata - album Belum Ada Judul 1992)

42.“Mengapa besar selalu menang?, bebas berbuat sewenang wenang, mengapa kecil selalu tersingkir?, harus mengalah dan menyingkir”.
(Besar Dan Kecil - album Belum Ada Judul 1992)

43.“Angin pagi dan nyanyian sekelompok anak muda mengusik ingatanku, aku ingat mimpiku, aku ingat harapan yang semakin hari semakin panjang tak berujung”.
(Aku Disini - album Belum Ada Judul 1992)

44.“Jalani hidup, tenang tenang tenanglah seperti karang”.
(Lagu Satu - album Hijau 1992)

45.“Sebentar lagi kita akan menjual air mata kita sendiri, karena air mata kita adalah air kehidupan”.
(Lagu Dua - album Hijau 1992)

46.“Kita harus mulai bekerja, persoalan begitu menantang, satu niat satulah darah kita, kamu adalah kamu aku adalah aku”.
(Lagu Tiga - album Hijau 1992)

47.“Kenapa kebenaran tak lagi dicari?, sudah tak pentingkah bagi manusia?”
(Lagu Empat- album Hijau 1992)

48.“Kenapa banyak orang ingin menang?, apakah itu hasil akhir kehidupan?”.
(Lagu Empat- album Hijau 1992)

49.“Anjingku menggonggong protes pada situasi, hatiku melolong protes pada kamu”.
(Lagu Lima - album Hijau 1992)

50.“Biar keadilan sulit terpenuhi, biar kedamaian sulit terpenuhi, kami berdiri menjaga dirimu”.
(Karena Kau Bunda Kami - album Dalbo 1993)
--------------------------------------------------------

51.“Apa jadinya jika mulut dilarang bicara?, apa jadinya jika mata dilarang melihat?, apa jadinya jika telinga dilarang mendengar?, jadilah robot tanpa nyawa yang hanya mengabdi pada perintah”.
(Hura Hura Huru Hara - album Dalbo 1993)

52.“Tertawa itu sehat, menipu itu jahat”.
(Hua Ha Ha - album Dalbo 1993)

53.“Nyanyian duka nyanyian suka, tarian duka tarian suka, apakah ada bedanya?”
(Terminal – single 1994)

54.“Waktu terus bergulir, kita akan pergi dan ditinggal pergi”.
(Satu Satu – album Orang Gila 1994)

55.“Pelan-pelan sayang kalau mulai bosan, jangan marah-marah nanti cepat mati, santai sajalah”.
(Menunggu Ditimbang Malah Muntah – album Orang Gila 1994)

56.“Mau insaf susah, desa sudah menjadi kota”.
(Menunggu Ditimbang Malah Muntah – album Orang Gila 1994)

57.“Pertemuan dan perpisahan, dimana awal akhirnya?, dimana bedanya?”.
(Doa Dalam Sunyi – album Orang Gila 1994)

58.“Jika kata tak lagi bermakna, lebih baik diam saja”.
(Awang Awang – album Orang Gila 1994)

59.“Bagaimana bisa mengerti?, sedang kita belum berpikir, bagaimana bisa dianggap diam?, sedang kita belum bicara”.
(Awang Awang – album Orang Gila 1994)

60.“Aku bukan seperti nyamuk yang menghisap darahmu, aku manusia yang berbuat sesuai aturan dan keinginan”.
(Nasib Nyamuk – album Anak Wayang 1994)
--------------------------------------------------------

61.“Oh susahnya hidup, urusan hati belum selesai, rumah tetangga digusur raksasa, pengusaha zaman merdeka”.
(Oh – single 1995)

62.“Aku disampingmu begitu pasti, yang tak kumengerti masih saja terasa sepi”.
(Mata Hati – album Mata Hati 1995)

63.“Sang jari menari jangan berhenti, kupasrahkan diriku digenggaman-Mu”.
(Lagu Pemanjat – album Lagu Pemanjat 1996)

64.“Lepaslah belenggu ragu yang membelit hati, melangkah dengan pasti menuju gerbang baru”.
(Songsonglah – album Kantata Samsara 1998)

65.“Berani konsekuen pertanda jantan”.
(Nyanyian Preman – album Kantata Samsara 1998)

66.“Dengarlah suara bening dalam hatimu, biarlah nuranimu berbicara”.
(Langgam Lawu – album Kantata Samsara 1998)

67.“Matinya seorang penyaksi bukan matinya kesaksian”.
(Lagu Buat Penyaksi – album Kantata Samsara 1998)

68.“Bertahan hidup harus bisa bersikap lembut, walau hati panas bahkan terbakar sekalipun”.
(Di Ujung Abad - album Suara Hati 2002)

69.“Jangan goyah percayalah teman perang itu melawan diri sendiri, selamat datang kemerdekaan kalau kita mampu menahan diri”.
(Dendam Damai - album Suara Hati 2002)

70.“Berdoalah sambil berusaha, agar hidup jadi tak sia-sia”.
(Doa - album Suara Hati 2002)
--------------------------------------------------------

71.“Harta dunia jadi penggoda, membuat miskin jiwa kita”.
(Seperti Matahari - album Suara Hati 2002)

72.“Memberi itu terangkan hati, seperti matahari yang menyinari bumi”.
(Seperti Matahari - album Suara Hati 2002)

73.“Jangan heran korupsi menjadi jadi, habis itulah yang diajarkan”.
(Politik Uang – album Manusia Setengah Dewa 2004)

74.“Gelombang cinta gelombang kesadaran merobek langit yang mendung, menyongsong hari esok yang lebih baik”.
(Para Tentara – album Manusia Setengah Dewa 2004)

75.“Terhadap yang benar saja sewenang wenang, apalagi yang salah”.
(Mungkin – album Manusia Setengah Dewa 2004)

76.“Begitu mudahnya nyawa melayang, padahal tanpa diundang pun kematian pasti datang”.
(Matahari Bulan Dan Bintang – album Manusia Setengah Dewa 2004)

77.“Dunia kita satu, kenapa kita tidak bersatu?”.
(Matahari Bulan Dan Bintang – album Manusia Setengah Dewa 2004)

78.“Urus saja moralmu urus saja akhlakmu, peraturan yang sehat yang kami mau”.
(Manusia Setengah Dewa – album Manusia Setengah Dewa 2004)

79.“Di lumbung kita menabung, datang paceklik kita tak bingung”.
(Desa – album Manusia Setengah Dewa 2004)

80.“Tutup lubang gali lubang falsafah hidup jaman sekarang”.
(Dan Orde Paling Baru – album Manusia Setengah Dewa 2004)
--------------------------------------------------------

81.“Buktikan buktikan!, kalau hanya omong burung beo pun bisa”.
(Buktikan – album Manusia Setengah Dewa 2004)

82.“Dunia politik dunia bintang, dunia hura hura para binatang”.
(Asik Nggak Asik – album Manusia Setengah Dewa 2004)

83.“Dewa-dewa kerjanya berpesta, sambil nyogok bangsa manusia”.
(17 Juli 1996 – album Manusia Setengah Dewa 2004)

84.“Tanam-tanam pohon kehidupan, siram siram sirami dengan sayang, tanam tanam tanam masa depan, benalu-benalu kita bersihkan”.
(Tanam-Tanam Siram-Siram – single 2006)

85.“Ada apa gerangan mengapa mesti tergesa gesa, tak bisakah tenang menikmati bulan penuh dan bintang”.
(Haruskah Pergi – 2006)

86.“Persoalan hidup kalau diikuti tak ada habisnya, soal lama pergi soal baru datang”.
(Selancar – 2006)

87.“Jaman berubah perilaku tak berubah, orang berubah tingkah laku tak berubah”.
(Rubah – album 50:50 2007)

88.“Satu hilang seribu terbilang, patah tumbuh hilang berganti”.
(Pulanglah – album 50:50 2007)

89.“Hidup ini indah berdua semua mudah, yakinlah melangkah jangan lagi gelisah”.
(KaSaCiMa – album 50:50 2007)

90.“Tak ada yang lepas dari kematian, tak ada yang bisa sembunyi dari kematian, pasti”.
(Ikan-Ikan – album 50:50 2007)
--------------------------------------------------------

91.“Ada kamu yang mengatur ini semua tapi rasanya percuma, ada juga yang janjikan indahnya surga tapi neraka terasa”.
(Cemburu – album 50:50 2007)

92.“Hukum alam berjalan menggilas ludah, hukum Tuhan katakan “Sabar!”.
(Kemarau – uncassette)

93.“Yang pasti hidup ini keras, tabahlah terimalah”.
(Joned – uncassette)

94.“Oh negeriku sayang bangkit kembali, jangan berkecil hati bangkit kembali”.
(Harapan Tak Boleh Mati – uncassette)

95.“Oh yang ditinggalkan tabahlah sayang, ini rahmat dari Tuhan kita juga pasti pulang”.
(Harapan Tak Boleh Mati – uncassette)

96.“Tuhan ampunilah kami, ampuni dosa-dosa kami, ampuni kesombongan kami, ampuni bangsa kami, terimalah disisi-Mu korban bencana ini”.
(Saat Minggu Masih Pagi – uncassette)

97.“Nyatakan saja apa yang terasa walau pahit biasanya, jangan disimpan jangan dipendam, merdekakan jiwa”.
(Nyatakan Saja – uncassette)

98.“Usiamu tak lagi muda untuk terus terusan terjajah, jangan lagi membungkuk bungkuk agar dunia mengakuimu”.
(Merdeka – uncassette)

99.“Kau paksa kami untuk menahan luka ini, sedangkan kau sendiri telah lupa”.
(Luka Lama – uncassette)

100. “Oh Tuhan tolonglah, lindungi kami dari kekhilafan, oh ya Tuhan tolonglah, Ramadhan mengetuk hati orang orang yang gila perang”.
(Selamat Tinggal Ramadhan – uncassette)
--------------------------------------------------------

Sumber : http//www.iwanfalsmania.blospot.com 17:49 WIB, dengan penambahan dan pengurangan seperlunya.

Selasa, 22 Juli 2008

Besok!! Serangan PIlbup Jombang-Pilgub Jatim...

Pagi ini, forum teman-teman pelajar sekelas XII IPA 1 mulai buka topik seputar Pilkadal alias Pemilihan Kepala Daerah Langsung yang akan dihelat besok pagi 23 Juli 2008 jam 07.00 - 13.00 WIB. Walaupun sebagian besar belum mempunyai KTP karena belum 17 tahun, tetapi sudah mendapat Kartu Pemilih, termasuk saya. Malangnya, ternyata tanggal lahir saya salah tulis. Padahal saya lahir 18 Oktober 1991 (18-10-1991) tapi di Kartu Pemilih saya tertulis 18 Januari 1991 (18-01-1991). Sempat terbesit di benak, apa tanggal lahir saya di semua berkas-berkas di kantor Kecamatan sala tulis ya?
Kembali ke topik Pilkada 2008. Teman-teman mulai cas-cic-cus seputar akan memilih calon bupati/gubernur siapa. Maklum, karena kami tidak pernah ikut pemilihan umum sebelumnya. Berbagai pertimbangan mulai dilontarkan. Mulai dari calon bupati pasangan Nyono-Halim, Ha-Rum sampai pasangan To-No alias Suyanto-Widjono. Lalu, calon bupati pasangan Ka-Ji, SR, Salam, Achsan dan Karsa. Semua dipertimbangkan negative and positive factornya karena kami beranggapan semua itu ada baik dan buruknya.
Berdasarkan polling sekelas yang berisi 24 siswa, sebagian besar memilih pasangan Nyono-Halim untuk Pilbup Jombang dengan pertimbangan bahwa ingin adanya perubahan berarti untuk Jombang. Walaupun kami juga tidak sepenuhnya mengerti perubahan yang bagaimana yang diharapkan. Ada juga satu teman yang hampir saja menganut aliran golput, tapi untungnya ia segera dapat wejangan dari ortunya sekaligus teman-teman yang memang sangat menyayangkan tindakan tersebut. Tapi, seharusnya memang begitu bukan?. Menurut kacamata seorang pelajar yang hanya sekedar tahu, tapi sebenarnya sangat kurang sekali pengetahuan seputar kehidupan politik, seperti saya ini beranggapan bahwa golput sangat tidak mencerminkan jiwa bangsa Indonesia yang demokratis. Ntah demokratis arti sesungguhnya bagaimana, tapi sekedar tahu karena dalam pelajaran Kewarganegaraan sudah ada. Golput menurut kami pengecut dan merasa dirinya lebih baik dari para calon bupati/gubernur, padahal jika dalam kenyataanya kan belum tentu. Istilah kerennya 'ke-PD-an', begitu kata sebagian besar teman saya, termasuk saya. Menurut kami, orang-orang yang golput pada umumnya gak ngerti sebagaimana pentingnya partisipasi warga negara dalam kehidupan negara tersebut. Ngakunya bangsa Indonesia tapi kelakuannya kok tidak mencerminkan pribadi bangsa Indonesia?. Orang-orang yang golput kesannya seperti meremehkan calon-calon yang sudah ada. Gimana jadinya Indonesia kalau warganya banyak yang seperti ini? Kesadaran menjadi warga negara Indonesia yang baik saja tidak ada, gimana mau maju negara seperti ini? maka, jangan salahkan pemerintah kalau Indonesia jadi bobrok, lha wong tukang becak saja banyak yang golput(tidak bermaksud meremehkan para abang becak,tapi fakta menunjukkan seperti itu).
Untuk Pilgub Jatim, hampir teman-teman sekelas bingung soal figur pemimpin yang mana yang harus dipilih. Sebagian mereka kurang tahu latar belakang para calon. Mungkin untuk pasangan Ka-Ji dan Karsa. Sudah mengenal semua, tapi untuk tiga calon lain saya pikir mereka kurang mengenal. Ada banyak faktor, mungkin karena mereka kurang informasi karena berada di desa misalnya, tapi sekarang banyak surat kabar kok, apalagi internet. Browsing mudah, cepat dan gratis bisa dilakukan di lingkungan SMA Negeri Mojoagung. Mungkin karena faktor minat mereka pada dunia politiknya. Enggan membaca misalnya. Tapi untungnya, saya ada langganan surat kabar di rumah, jadi lebih mudah lah. MEskipun begitu perasaan malas juga ada sebenarnya. Demi kesadaran menjadi WNI yang baik, baca saja.
O ya, ada comment yang benar-benar membekas di hati. Tapi, sebelumnya saya mohon maaf untuk siapa saja yang membaca tulisan ini. Pasangan cabup To-No, untuk Suyanto yang periode kemarin sudah menjabat, ada celetukan yang menurut saya lucu saja. Salah seorang tim sukses pasangan To-No kemarin (21/07) mengatakan bahwa jika cabup pasangan tersebut terpilih, maka sekolah saya akan diberi 1 hektare tanah plus 1 lokal kelas. Sempat goyah sebenarnya, tapi tiba-tiba hati saya berpikir, janji mereka sudah di mana-mana, apa sanggup kekuatan seorang manusia untuk memikirkan janji-janji mereka yang sudah bejibun itu satu per satu. Maksud saya bukan meremehkan, saya juga masih seorang pelajar yang tak banyak pengalaman. Tetapi, jika dipikir logika seorang manusia yang dikelilingi nafsu dan kesalahan, apa bisa terwujud semua janji-janji maut para pasangan calon kepala daerah?. Yang jadi pertanyaan konyol dalam otak saya adalah, sekaya apa orang tersebut hingga bisa membiayai semua janji-janji maut mereka yang hampir semua berupa pendanaan pengembangan sarana, belum lagi biaya kampanye dan lain-lain yang menurut pengelihatan saya sangat menguras kocek para calon kepala daerah.
Lalu, ada lagi istilah 'serangan fajar' alias 'bom-boman' yang dilakukan menjelang pemilihan langsung. Teman-teman ada juga yang nyeletuk seputar masalah tersebut. Katanya, saya juga belum pernah tahu langsung, setiap fajar menjelang pemilihan, selalu ada event bagi-bagi uang atau sembako yang istilahnya untuk 'sogokan' agar memilih calon yang bersangkutan. Ironisnya, hal ini seperti sudah menjadi budaya bagi kebanyakan masyarakat Jawa Timur, mungkin juga Indonesia. Nah,ini juga yang mungkin menjadi faktor X kurang berhasilnya para pemimpin di Indonesia. Meskipun, saya masih seorang pelajar SMA yang tidak banyak pengalaman, tapi saya mengaku prihatin dan sangat miris dengan fenomena seperti ini. Saya juga bisa memaklumi, bagaimana sumber daya manusia Indonesia. Tapi, yang harus dipikirkan adalah bagaimana cara jitu mengatasi budaya tak terpuji seperti itu. Yang saya lakukan sebagai pelajar juga tidak bisa banyak sekarang, umumnya tidak langsung, saya kira menjadi WNI yang baik bisa saya mulai dulu dari diri saya sendiri. Siapa tahu nanti bisa menularkan kesadaran ini ke orang lain sampai semua penduduk Indonesia. Amin.
Mungkin inilah pandangan seorang pelajar terhadap hal-hal menjelang detik-detik pemilihan bupati Jombang dan gubernur di Jawa Timur. Inilah Pilkada menurut kacamata pelajar yang tak banyak pengalaman dan masih perlu banyak sekali belajar. Mohon maaf jika tulisan ini sempat membuat hati kurang nyaman. Mohon saran dan kritik yang membangun karena saya masih sangat pemula. Terima kasih.

arinee-originale


Kamis, 26 Juni 2008

JURNALISME_ONLINE

Oleh: Satrio Arismunandar

Jurnalisme Online secara fungsional bisa dibedakan dari jenis jurnalisme lain, dengan menggunakan komponen teknologinya sebagai faktor penentu, dalam hal perumusan operasional.

Jurnalis Online harus memutuskan tentang hal-hal sebagai berikut:
* Format media yang mana, yang terbaik untuk menyampaikan suatu berita (multimediality). Sejauh ini bandwidht dan hak cipta merupakan faktor-faktor struktural yang masih menghambat pengembangan content multimedia yang inovatif.
* Memberi pilihan pada publik untuk memberi tanggapan, berinteraksi, atau bahkan meng-customize (menyesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan publik bersangkutan) terhadap berita-berita tertentu (interactivity).
* Mempertimbangkan cara-cara untuk menghubungkan (connect) berita yang ia buat dengan berita lain, arsip, sumber data dan seterusnya lewat hyperlinks (hypertextuality).

Empat jenis Jurnalisme Online

Orang yang memproduksi content terutama untuk Internet, dan khususnya untuk World Wide Web, dapat dianggap bekerja untuk salah satu atau lebih dari empat jenis Jurnalisme Online yang tersebut di bawah ini.
Berbagai jenis jurnalisme online itu dapat ditempatkan di antara dua domain. Domain pertama, adalah suatu rentangan, mulai dari situs yang berkonsentrasi pada editorial content sampai ke situs-situs Web yang berbasis pada konektivitas publik (public connectivity).

Editorial content diartikan di sini sebagai teks (termasuk kata-kata yang tertulis atau terucapkan, gambar-gambar yang diam atau bergerak), yang dibuat atau diedit oleh jurnalis.
Sedangkan konektivitas publik dapat dipandang sebagai komunikasi ”titik-ke-titik yang standar” (standard point-to-point). Atau, bisa juga kita nyatakan sebagai komunikasi ”publik” tanpa perantaraan atau hambatan (barrier of entry), misalnya, hambatan dalam bentuk proses penyuntingan (editing) atau moderasi (moderation).

Domain kedua, melihat pada tingkatan komunikasi partisipatoris, yang ditawarkan oleh situs berita bersangkutan.
Sebuah situs dapat dianggap terbuka (open), jika ia memungkinkan pengguna untuk berbagi komentar, memposting, mem-file (misalnya: content dari situs tersebut) tanpa moderasi atau intervensi penyaringan.
Sedangkan komunikasi partisipatoris tertutup (closed) dapat dirumuskan sebagai situs di mana pengguna mungkin berpartisipasi. Namun langkah komunikatif mereka harus melalui kontrol editorial yang ketat.

1. Mainstream News sites

Bentuk media berita online yang paling tersebar luas adalah situs mainstream news. Situs ini menawarkan pilihan editorial content, baik yang disediakan oleh media induk yang terhubung (linked) dengannya atau memang sengaja diproduksi untuk versi Web. Tingkat komunikasi partisipatorisnya adalah cenderung tertutup atau minimal. Contoh: situs CNN, BBC, MSNBC, serta berbagai suratkabar online. Situs berita semacam ini pada dasarnya tak punya perbedaan mendasar dengan jurnalisme yang diterapkan di media cetak atau siaran, dalam hal penyampaian berita, nilai-nilai berita, dan hubungan dengan audiences. Di Indonesia, yang sepadan dengan ini adalah detik.com, Astaga.com, atau Kompas Cyber Media.

2. Index & Category sites

Jenis jurnalisme ini sering dikaitkan dengan mesin pencari (search engines) tertentu (seperti Altavista atau Yahoo), perusahaan riset pemasaran (seperti Moreover) atau agensi (Newsindex), dan kadang-kadang bahkan individu yang melakukan usaha (Paperboy). Di sini, jurnalis online menawarkan links yang mendalam ke situs-situs berita yang ada di manapun di World Wide Web. Links tersebut kadang-kadang dikategorisasi dan bahkan diberi catatan oleh tim editorial. Situs-situs semacam ini umumnya tidak menawarkan banyak editorial content yang diproduksi sendiri, namun terkadang menawarkan ruang untuk chatting atau bertukar berita, tips dan links untuk publik umum.

3. Meta & Comment sites

Ini adalah situs tentang media berita dan isu-isu media secara umum. Kadang-kadang dimaksudkan sebagai pengawas media (misalnya: Mediachannel, Freedomforum, Poynter’s Medianews). Kadang-kadang juga dimaksudkan sebagai situs kategori dan indeks yang diperluas (seperti: European Journalism Center Medianews, Europemedia). Editorial content-nya sering diproduksi oleh berbagai jurnalis dan pada dasarnya mendiskusikan content lain, yang ditemukan di manapun di Internet. Content semacam itu didiskusikan dalam kerangka proses produksi media. ”Jurnalisme tentang jurnalisme” atau meta-journalism semacam ini cukup menjamur.

4. Share & Discussion sites

Ini merupakan situs-situs yang mengeksploitasi tuntutan publik bagi konektivitas, dengan menyediakan sebuah platform untuk mendiskusikan content yang ada di manapun di Internet. Dan kesuksesan Internet pada dasarnya memang disebabkan karena publik ingin berkoneksi atau berhubungan dengan orang lain, dalam tingkatan global yang tanpa batas.

Situs semacam ini bisa dibilang memanfaatkan potensi Internet, sebagai sarana untuk bertukar ide, cerita, dan sebagainya. Kadang-kadang dipilih suatu tema spesifik, seperti: aktivitas anti-globalisasi berskala dunia (situs Independent Media Centers, atau umumnya dikenal sebagai Indymedia), atau berita-berita tentang komputer (situs Slashdot,Thursday, August 03, 2006). ***